Ventilator Vent-i Hasil Karya Anak Bangsa Untuk Indonesia

- 1 Juli 2020, 00:13 WIB
Penyerahan ventilator Vent-I produk anak bangsa Doc ventilarot Vent-I ITB UPAD

WAENAMEDIABALI - Kemarin siang Ibu Risma, Walikota Surabaya mengadakan audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk mengetahui penyebaran Covid-19 yang masih tinggi serta tingkat kematian penderita, CFR, berada diangka 7,3%, lebih tinggi dari rata-rata CFR nasional yang 5%.

Audiensi yang kemudian viral di medsos karena ibu Risma yang menangis di tengah presentasi para dokter.

Menurut penelitian para dokter spesialis paru-paru dan anestesi IDI Surabaya, ada beberapa penyebab tingginya kematian akibat Covid-19 di Surabaya, yaitu :

Baca Juga: Kawasan Industri Terpadu Batang Tahap 1 Seluas 450 Hektar

Pertama, Kekurangan Ventilator invasif. Kebanyakan pasien Covid-19 yang berobat ke rumah sakit dalam kondisi stadium berat.

Baca Juga: Polres Badung Kembali Gelar Rapid Test Gratis

Kondisi paru paru sudah kurang berfungsi sehingga harus masuk ICU. Para penderita yang mengalami Covid-19 berat ini akhirnya tidak tertolong karena tidak tersedianya ventilator invasif.

Baca Juga: Mencegah Penyalahgunaan Senpi, Waka Kapolres Tabanan Periksa Senpi Invetasis Anggota

Maklum disamping jumlah ventilator yang sangat terbatas juga pemakaian cukup lama sedang pasien baru setiap hari antri untuk perawatan.

Baca Juga: Menelisik Persiapan Pilkada Jembrana

Halaman:

Editor: Bayu Ardiansyah

Sumber: Tim Vent-I, ITB-UNPAD-Salman ITB


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X