Stasiun yang di Telan Jaman

- 11 Mei 2020, 13:01 WIB
@Indonesia tempo doeloe

WARNA MEDIA BALI - Jalur rel kereta yang dibangun serta jaya pengoperasiannya di zaman kolonial, kini hanya tinggal tersisa puing-puing bekas peninggalannya. Mungkin hanya 10% jalur rel saja yang masih berfungsi normal.

Berbeda dengan jalur-jalur kereta api di pulau Jawa yang tetap bertahan dan berfungsi hingga sekarang, di pulau Sumatera khususnya di daerah kami Sumatera Barat, tidaklah demikian pungkas Dedy Rahmat Nurhuda (65).

Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintahan Orde Baru yang lebih menitik beratkan pembangunan sarana perhubungan darat non-kereta seperti bus angkutan penumpang dan barang beserta parasarana nya.

Baca Juga: Roy Kyoshi di Amankan Polisi Terkait Kepemilikan Narkoba

Sepanjang jalur rel kini telah berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman atau pertokoan. Tinggal tersisa besi-besi tua rel yang kadang menyembul di halaman rumah, namun lebih banyak yang telah tertanam lantai rumah/pertokoan, atau tertimbun oleh jalan aspal.

Foto di bawah ini adalah contoh jalur rel kereta api di kota kediaman saya di Payakumbuh, Sumatera Barat. Jalur rel ini meruoakan bagian dari jalur kereta api dari Payakumbuh - Bukittinggi - Padang Panjang yang kini telah mati suri.

@Indonesia tempo doeloe
@Indonesia tempo doeloe

Ada wacana untuk menghidupkannya kembali jalur ini. Tapi entah kapan akan terealisasi...

Baca Juga: Drama Korea Miracle in Cell Versi Indonesia di Perankan Vino G Bastian

Keterangan foto :
Bekas Stasiun kota Payakumbuh yang kini telah terbenam oleh deretan pertokoan.(**)

Halaman:

Editor: Bayu Ardiansyah

Sumber: Sejarah bangsa Indonesia


Tags

Komentar

Terkini

Stasiun yang di Telan Jaman

11 Mei 2020, 13:01 WIB
X