Protokol Kesehatan Berbasis Cleanliness, Health and Environmental Sustainability di Indonesia

- 30 Juli 2020, 18:06 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya meyakinkan para pelaku industri pariwisata di Afrika Selatan terkait penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, dalam webinar bertopik “The Cost of COVID-19 for Global Tourism: How Indonesia and South Africa Responding” /dok. kemeparekraf

WARNAMEDIABALI - Ditutupnya sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19 tidak boleh menjadi alasan bagi para pelaku pariwisata untuk berhenti mempromosikan potensi wisata.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menarik minat para wisatawan asing untuk datang ke Indonesia.

Salah satunya Afrika Selatan dan negara-negara Afrika lainnya telah mulai memperhitungkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata favorit.

Baca Juga: Meningkatnya Cluster Covid-19 Di Perkantoran DKI Jakarta

Ini dibuktikan dengan data pertumbuhan jumlah wisatawan Afrika Selatan yang datang berkunjung ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Dari 22.482 wisatawan di tahun 2016 menjadi 47.657 wisatawan pada 2019.

Baca Juga: Curahan Hati Via Valen Karena di Dahulukan Menikah Oleh Sang Adik

Melihat hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya meyakinkan para pelaku industri pariwisata di Afrika Selatan terkait penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, dalam webinar bertopik “The Cost of COVID-19 for Global Tourism: How Indonesia and South Africa Responding”

Baca Juga: Zulkifli Hasan: Vernita Syabilla Bukan Kader Kami

Seperti yang dilansir dari laman Kemenparekraf.go.id, Webinar ini digelar pada Selasa (28/7/2020), Plt Direktur Pemasaran Regional III (Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika) Kemenparekraf/Baparekraf, Raden Sigit Witjaksono.

Halaman:

Editor: Rudolf Deca

Sumber: Kemenparekraf


Tags

Komentar

Terkini

X