Nadiem : Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Bukan Kebijakan Dari Kemendikbud

- 3 Agustus 2020, 22:17 WIB
Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI /Doc Kemendikbud

WARNAMEDIABALI - Terkait dengan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, telah memunculkan reaksi dan berbagai tanggapan dari kalangan anggota DPR RI Komisi X yang memang membidangi masalah pendidikan.

Tanggapan yang berupa saran dan kritik bahkan permintaan yang ditujukan kepada presiden agar Nadiem Makarim di reshufle sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI.

Himmatul Aliyah anggota Komisi X DPR RI, mengatakan bahwa Kemendikbud memang telah melakukan survei untuk mengevaluasi PJJ, tetapi responden yang dilibatkan hanya mereka yang punya handphone dan telepon rumah.

Baca Juga: Sosialisasi Webinar KPU Denpasar dengan Universitas Mahasaraswati

Tapi responden yang dilibatkan, tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya karena survei yang diadakan tidak menjangkau masyarakat di daerah yang tidak memiliki alat komunikasi.

Baca Juga: Operasi Patuh Lempuyang 2020 Polresta Denpasar Kembali Bagikan Helm Kepada Pengendara

Menurut Himmatul Aliyah, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dinilainya masih belum berhasil. Karena itu, dia meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meninjau ulang program PJJ tersebut agar pelaksanaannya bisa lebih baik.

Baca Juga: Peletakan Batu Pertama Dua Pelabuhan Oleh Menhub Untuk Mendukung Pariwisata Bali

Apa yang disampaikan oleh Himmatul Aliyah memang benar adanya.
Telusur awak media WARNAMEDIABALI ke Desa Kaliputih Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal Jawa Tengah, pada Selasa 28 Juli 2020, didapatkan fakta dimana desa tersebut sangat sulit untuk mendapatkan akses internet.

Baca Juga: Simulasi Penanganan Unjukrasa, Massa Dibubarkan Paksa oleh Pasukan Dalmas Polres Tabanan

Halaman:

Editor: Bayu Ardiansyah

Sumber: Dari berbagai sumber


Tags

Komentar

Terkini

X